AC mobil yang dingin dan sejuk memang menjadi kebutuhan mutlak, apalagi saat cuaca panas. Sayangnya, banyak dari kita yang hanya fokus pada “seberapa dingin” tanpa menyadari bahwa kebiasaan sepele sehari-hari justru bisa jadi penyebab utama AC mobil cepat rusak.
Jangan sampai niat Anda menikmati perjalanan nyaman justru berujung pada biaya perbaikan yang membengkak. Berikut adalah 4 kebiasaan buruk yang sering dilakukan dan bikin AC mobil Anda cepat rusak.
- Tidak Mematikan AC Saat Mesin Akan Mati
Ini adalah kebiasaan paling umum yang sering diabaikan. Saat Anda mematikan mesin mobil dalam keadaan AC masih menyala, tekanan di dalam sistem AC belum sempat stabil. Hal ini membuat kompresor dan komponen lain bekerja ekstra keras saat mesin dihidupkan kembali, terutama saat starter.
Dampak : Tekanan yang mendadak ini bisa memperpendek usia kompresor AC, komponen termahal dari sistem AC mobil.
Solusi : Sebelum mematikan mesin, biasakan untuk mematikan AC terlebih dahulu. Tunggu beberapa detik, baru matikan mesin mobil.
- Langsung Menyalakan AC dengan Kipas Penuh
Setelah Mobil Diparkir di Bawah Terik Matahari
Ketika mobil Anda diparkir di bawah terik matahari, suhu di dalam kabin bisa sangat panas. Mengatur kipas AC langsung ke tingkat maksimal tidak akan membuat kabin dingin lebih cepat, justru membebani kerja kompresor secara berlebihan.
Dampak : Kompresor AC dipaksa bekerja sangat keras untuk mendinginkan udara panas dalam waktu singkat, yang bisa memicu keausan lebih cepat.
Solusi : Buka sedikit jendela mobil selama beberapa menit untuk membuang udara panas terlebih dahulu. Setelah itu, nyalakan AC dari kecepatan kipas paling rendah lalu naikkan secara bertahap.
- Jarang Membersihkan Filter Kabin
Filter kabin berfungsi menyaring debu dan kotoran dari udara yang masuk ke dalam kabin. Jika filter ini kotor dan tersumbat, aliran udara jadi terhambat.
Dampak : AC tidak dingin maksimal: Udara dingin tidak bisa keluar dengan lancar.
Kompresor bekerja lebih berat: Untuk mencapai suhu yang diinginkan, kompresor harus bekerja ekstra keras.
Muncul bau tidak sedap: Kotoran yang menumpuk bisa memicu bakteri dan jamur.
Solusi : Ganti atau bersihkan filter kabin secara rutin. Waktu yang ideal adalah setiap 10.000 hingga 15.000 kilometer atau sesuai rekomendasi pabrikan.
- Tidak Rutin Melakukan Servis AC
Anggapan bahwa AC tidak perlu diservis selama masih dingin adalah salah besar. Servis AC bukan hanya soal menambah freon, tapi juga membersihkan evaporator, kondensor, dan mengecek seluruh komponen.
Dampak : Kotoran yang menumpuk dan kondisi freon yang berkurang tanpa disadari bisa membuat performa AC menurun drastis dan risiko kerusakan komponen jadi lebih tinggi.
Solusi : Lakukan servis AC secara berkala, minimal satu tahun sekali, di bengkel terpercaya. Ini adalah investasi kecil untuk mencegah kerusakan besar yang memakan biaya lebih banyak di kemudian hari.
Dengan menghindari 4 kebiasaan buruk di atas dan mulai rutin merawat AC mobil, Anda tidak hanya bisa menikmati udara sejuk yang nyaman, tapi juga menghemat uang dari biaya perbaikan yang tidak terduga.
Jangan Tunggu Sampai Rusak!
Jika Anda merasa AC mobil sudah tidak sedingin dulu, atau muncul bau tidak sedap, jangan tunda lagi. Segera bawa mobil Anda ke bengkel AC mobil terdekat untuk diperiksa. Teknisi profesional akan membantu Anda mendeteksi masalah lebih awal dan memastikan AC mobil Anda kembali prima. Mencegah kerusakan selalu lebih baik dan lebih hemat daripada memperbaikinya.