Saat sedang berkendara di siang hari yang panas, tiba-tiba AC mobil mati sendiri—lalu hidup lagi tanpa disentuh. Menyebalkan? Pasti. Tapi lebih dari itu, kondisi ini adalah tanda bahwa ada masalah pada sistem elektrik AC yang tidak boleh diabaikan.
Fenomena AC yang mati-hidup sendiri biasanya muncul secara bertahap: awalnya jarang, lama-lama makin sering hingga akhirnya AC benar-benar tidak berfungsi. Untuk mencegah kerusakan lebih parah dan biaya perbaikan yang membengkak, penting mengetahui penyebab pastinya.
- Relay AC Mulai Melemah
Relay berfungsi sebagai jembatan arus listrik untuk mengaktifkan kompresor AC. Jika relay aus, jalur listrik menjadi tidak stabil.
Gejala umum:
- AC hidup selama beberapa menit lalu mati tiba-tiba
- Kompresor tidak selalu merespons saat tombol AC ditekan
- Kadang muncul bunyi “klik” saat relay bekerja tidak sempurna
- Relay yang melemah harus segera diganti—harga murah, dampaknya besar.
- Soket dan Kabel Tegangan Longgar
Kabel yang sudah tua atau soket yang longgar membuat listrik “putus-sambung.” Saat mobil berguncang di jalan, aliran listrik bisa terputus seketika.
Biasanya terjadi karena:
- Panas mesin yang tinggi
- Kabel terjepit atau terkelupas
- Pemasangan aksesoris mobil yang tidak rapi
- Kerusakan seperti ini berpotensi menyebabkan korsleting jika dibiarkan.
- Thermistor atau Sensor Suhu Evaporator Rusak
Sensor ini bertugas mendeteksi suhu evaporator. Ketika bermasalah, sensor bisa “salah baca” sehingga membuat ECU mematikan AC demi keamanan.
Akibatnya:
- AC terlalu sering mati hidup
- Embusan angin tetap keluar tapi tidak dingin
- Suhu kabin tidak stabil
- Sensor suhu adalah komponen kecil tapi sangat vital untuk menjaga kerja AC tetap normal.
- Kerusakan pada Magnetic Clutch Kompresor
Magnetic clutch adalah kopling elektrik yang menempelkan kompresor ke putaran mesin. Jika daya listrik ke komponen ini tidak stabil, kompresor akan aktif–mati secara acak.
Tanda-tandanya:
- Kompresor kadang nyala, kadang tidak
- Putaran kipas AC tetap berjalan tapi udara tidak dingin
- Kadang muncul bau hangus akibat gesekan berlebih
- Biasanya terjadi karena umur pakai yang sudah tinggi atau tegangan tidak stabil.
- ECU atau Control Unit Bermasalah
Meskipun jarang, kerusakan pada ECU AC atau body control modul bisa membuat AC hidup dan mati sendiri seolah-olah di-“remote”.
Kemungkinan penyebab:
- Tegangan aki drop
- Kerusakan internal pada modul
- Konsleting ringan akibat air atau lembap
- Perbaikan ECU biasanya membutuhkan pengecekan khusus menggunakan scanner.
- Bagaimana Cara Mencegah Kerusakan Ini?
- Lakukan servis AC rutin setiap 6 bulan–1 tahun
- Periksa kabel dan soket yang mulai getas atau berkarat
- Gunakan relay berkualitas baik
- Hindari pemasangan aksesoris yang mengambil jalur listrik sembarangan
- Pastikan komponen elektrik terjaga dari air dan kelembapan
AC mobil yang mati hidup sendiri hampir selalu terkait dengan masalah elektrik—mulai dari relay, sensor, kabel, hingga kompresor. Semakin cepat Anda memeriksakannya, semakin kecil risiko kerusakan menyebar ke komponen lain yang lebih mahal.
Jika AC mobil Anda mulai menunjukkan gejala ini, segera lakukan pengecekan di bengkel AC mobil terpercaya sebelum kerusakan bertambah besar.